Presiden mahasiswa
STMIK Pringsewu Prianti mengatakan, untuk seseorang bersedekah tidak
harus menunggu waktu lama saat kaya. Dalam kondisi dan keadaan apapun ia
memiliki kesempatan untuk bersedekah. Justru disaat sempit bersedekah
agar lapang.
Dia menilai mindset nya dulu yang
harus diperbaiki jangan karena punya baru berbagi. Jangan karena masih
punya uang baru beramal. Justru amal kita yang akan memudahkan rezeki,
ucapnya.
Prianti menambahkan, BEM STMIK Pringsewu
melalui UKM STMIK Pringsewu Peduli Sosial ini terus berkiprah dan
berinovasi dalam mengembangkan kegiatan kemanusiaan yang lebih kreatif
dan pastinya tetap bermanfaat. Model kegiatan yang inovatif diharapkan
agar tidak membosankan baik bagi UKM tersebut maupun rekan-rekan yang
dengan sukarela membantu proses berjalannya kegiatan kemanusiaan ini.
Kami terus lakukan inovasi kegiatan agar tidak jenuh, namun tetap
mengarah pada kegiatan kemanusiaan.
UKM STMIK
Pringsewu Peduli Sosial membagikan nasi bungkus hari ini sebanyak 85
nasi bungkus di lingkungan pasar Pringsewu dan pasar pagi Pajaresok.
Sasaran kegiatan berbagi sedekah nasi bungkus ini tukang becak, tukang
parkir, pemulung, tukang bersih-bersih pasar, tukang ojek, dan pedagang.
Sementara,
Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Nur Aminudin, M.T.I mengapresiasi
dan bangga kepada mahasiswa STMIK Pringsewu yang mau terlibat dalam
kegiatan sosial.
Menurutnya, organisasi
kemahasiswaan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat
bakatnya, belajar bekerja sama dalam menyelenggarakan sebuah even,
melatih jiwa kepemimpinan, dan melakukan hal yang bermanfaat bagi
masyarakat. Mahasiswa STMIK Pringsewu peduli dengan permasalahan sosial
yang ada di sekitar. Ketika kita melihat suatu keadaan tertentu, ketika
kita menyaksikan kondisi masyarakat maka kita akan tergerak melakukan
sesuatu. Apa yang kita lakukan ini diharapkan dapat memperbaiki atau
membantu, ucapnya.
Beliau menambahkan, menjadi
mahasiswa berprestasi di bidang akademis memang sesuatu yang amat
dibanggakan oleh mahasiswa, namun jangan lupa bahwa berprestasi bisa
kita lakukan di luar lingkungan perkuliahan, yaitu dengan sikap peduli
terhadap isu-isu sosial yang ada di sekitar kita. Mungkin bantuan yang
kita berikan tidak begitu bernilai bagi kita, namun kita tidak pernah
tau seperti apa manfaat bantuan yang kita berikan bagi orang lain yang
membutuhkan. Sedikit bantuan kecil dari kita, akan sangat berarti dan
besar manfaatnya bagi mereka yang membutuhkan.
مَثَلُ الَّذِينَ
يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ
أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ
وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Perumpamaan
(nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di
jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh
bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan
(ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas
(karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah : 261).
Ayat
ini berpesan agar tidak merasa berat membantu karena apa yang
dinafkahkan akan tumbuh dan berkembang degan berlipat ganda. Perumpaman
keadan yang sangat memungkinkan dari orang-orang yang menafkahkan harta
mereka dengan tulus di jalan Allah SWT adalah serupa dengan keadaan yang
memungkinkan dari seorang petani yang menabur butir benih. Sebutir
benih yang ditanamnya menumbuhkan tujuh butir, dan pada setiap butir
terdapat setatus biji.(*na)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar